KabarJakarta.com – Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, mulai dipadati warga sejak Senin (17/8) pagi. Mengenakan pakaian bernuansa merah putih hingga busana adat, masyarakat datang untuk menyaksikan Kirab Pengantaran Bendera Pusaka dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Suasana perayaan kemerdekaan terasa sejak pagi. Warga dari berbagai usia terlihat memasuki kawasan Monas, mulai dari orang tua, anak-anak, hingga kelompok masyarakat yang datang bersama teman dan keluarga.
Salah seorang warga, Atiek, sengaja mengenakan pakaian merah putih sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara sekaligus memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Saya memakai baju merah putih sebagai lambang bendera Indonesia yang suci dan sarat dengan perjuangan,” kata Atiek di kawasan Monas, Senin (17/8).
Atiek mengaku datang bersama sejumlah kawannya untuk menyaksikan langsung rangkaian kirab. Bendera Pusaka nantinya diantarkan menuju Istana Merdeka sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia bahkan sudah berada di kawasan Monas sejak pukul 07.00 WIB. Untuk menuju lokasi, Atiek memilih menggunakan Transjakarta karena tarifnya terjangkau.
“Layanan ini sangat bermanfaat bagi kami yang ingin berkeliling merayakan HUT Kemerdekaan,” ujarnya.
Antusiasme serupa terlihat dari Stephanie. Warga tersebut memilih mengenakan pakaian adat Makassar untuk ikut memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan di Monas. Ia mengaku sudah bersiap sejak dini hari.
“Saya dandan sejak pukul 03.00 WIB untuk memeriahkan HUT RI,” kata Stephanie.
Namun, kedatangannya ke Monas tidak hanya menjadi bentuk perayaan. Stephanie juga menyelipkan doa bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah, khususnya warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Gempa tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan sejumlah bangunan, serta membuat ribuan warga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Selain mendoakan Indonesia agar terus maju dan masyarakatnya sejahtera, saya juga mendoakan saudara-saudara kita terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Semoga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan bantuan yang dibutuhkan,” ucapnya.
Di tengah ramainya warga, petugas kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik. Mereka mengatur arus lalu lintas sekaligus membantu masyarakat yang hendak menyeberang jalan menuju kawasan Monas.
Sejumlah warga juga memanfaatkan pagi dengan berolahraga dan berlari di area Monas. Sementara itu, pedagang bendera dan makanan turut mengambil peluang dari ramainya pengunjung dengan membuka lapak di sekitar lokasi.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berjalan aman, Satpol PP DKI Jakarta menyiagakan sekitar 940 personel. Pengamanan dilakukan sejak Ziarah Nasional pada Minggu malam hingga rangkaian kegiatan pada Senin.
Personel tersebut juga dikerahkan untuk mengamankan Kirab Bendera, Upacara Kenaikan Bendera, Upacara di Balai Kota, hingga Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka.
Khusus di kawasan Monas, sebanyak 350 personel ditempatkan di sisi selatan, timur, utara, dan barat. Mereka dibagi dalam dua sif, yakni pukul 06.00-14.00 WIB dan 14.00-22.30 WIB.
Selain itu, 30 personel ditempatkan di kawasan Sarinah dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Pengamanan kemudian berlanjut hingga rangkaian Pesta Rakyat dan Karnaval di Lapangan Monas.
Bagi warga yang datang, kemeriahan HUT RI tahun ini bukan sekadar melihat prosesi kenegaraan. Pakaian merah putih, busana adat, aktivitas warga, hingga doa untuk masyarakat yang sedang tertimpa bencana menjadi bagian dari wajah perayaan kemerdekaan di Monas.
