KabarJakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penyemprotan air atau water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta, Minggu (6/9). Langkah itu sengaja dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menjelaskan penyemprotan dilakukan untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat yang berada di udara. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas udara, terutama di ruang-ruang yang merupakan pusat aktivitas masyarakat.
“Water mist sebagai langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara. Sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas warga,” ujar Uus di Jakarta, Minggu (6/9).
Menurut Uus, Jakarta secara geografis memang berada cukup jauh dari lokasi Gunung Anak Krakatau. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Pemprov DKI mengabaikan potensi dampak dari aktivitas gunung api tersebut.
Sebaran abu vulkanik dilaporkan telah terjadi dan dirasakan hingga kawasan Monumen Nasional (Monas). Karena itu, pemerintah daerah memilih mengambil langkah lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya partikulat di udara.
Uus menegaskan bahwa kegiatan penyemprotan water mist tidak berarti seluruh wilayah Jakarta telah terdampak abu vulkanik. Penyemprotan merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan pemerintah agar potensi gangguan kualitas udara dapat ditekan.
“Ini bagian dari kesiapsiagaan kita. Jadi, bukan berarti seluruh wilayah Jakarta terdampak abu vulkanik. Kita melakukan antisipasi terhadap kemungkinan peningkatan partikulat di udara,” kata Uus.
Pemprov DKI telah mengerahkan sejumlah kendaraan tangki air milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Penyemprotan dilakukan di sejumlah koridor jalan utama dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan. Kegiatan tersebut akan terus dievaluasi dan dilanjutkan selama masih diperlukan.
Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan di kawasan Silang Monas dan koridor Jalan M.H. Thamrin-Jenderal Sudirman. Sementara di Jakarta Utara, petugas menyasar Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, serta kawasan Jalan Pluit.
Penyemprotan juga dilakukan di sejumlah titik di wilayah Jakarta Timur, mulai dari kawasan Green Pramuka hingga UKI, termasuk Terminal Kampung Melayu sampai PGC Cawang.
Di Jakarta Selatan, petugas menyemprot Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village serta ruas Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi. Adapun di Jakarta Barat, penyemprotan mencakup kawasan Jalan Slipi, Tomang, dan sekitarnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Gulkarmat DKI Jakarta mengoperasikan water mist di 7 (tujuh) titik. Setiap titik diperkuat 2 unit, sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Dua unit water mist tersebut memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.
DLH DKI turut mengerahkan satu unit water mist mobile yang berkapasitas 1.000 liter dan 2 kendaraan tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Sementara itu, Distamhut DKI mengerahkan 77 tangki air dengan dukungan 144 personel dalam membantu penyemprotan di sejumlah lokasi.
Pemprov DKI juga mengajak para pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk ambil bagian di wilayah lingkungan masing-masing. Upaya bersama tersebut dinilai penting untuk membantu mengurangi debu dan partikulat di area aktivitas masyarakat.
Selain pengerahan armada, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi dilakukan agar kebijakan mitigasi yang diterapkan tetap mengacu pada informasi resmi serta perkembangan kondisi di lapangan.
Dengan langkah tersebut, Pemprov DKI berupaya memastikan kesiapsiagaan tetap berjalan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Pemerintah juga akan menyesuaikan langkah penanganan yang didasarkan pada perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi kualitas udara di Jakarta.






