KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kegiatan belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan kembali berlangsung normal mulai Rabu (9/9). Kebijakan ini diambil setelah kondisi Jakarta dinilai cukup membaik menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya berdampak pada sebaran abu vulkanik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan keputusan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ia meminta segera diterbitkan surat edaran sebagai dasar bagi sekolah untuk kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
“Untuk PJJ, sekolah normal kembali. Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera menerbitkan SE,” kata Pramono seusai menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/9).
Menurut Pramono, salah satu indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah adalah kembali normalnya aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi penerbangan menjadi salah satu parameter untuk melihat perkembangan situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Berbagai alasan, salah satunya karena memang penerbangan sendiri itu, sebagai salah satu parameter. Sekarang sudah berjalan dengan normal,” ujarnya.
Meski sekolah kembali dibuka, Pemprov DKI tetap melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi dampak abu vulkanik. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pramono mengatakan pemerintah telah menerbangkan pesawat jenis Cessna Caravan sebanyak lima sorti dalam pelaksanaan OMC. Operasi tersebut dilakukan dengan harapan dapat memicu hujan sehingga membantu mengurangi abu vulkanik di udara sekaligus mengatasi kondisi kekeringan.
Namun, pelaksanaan OMC masih menghadapi kendala karena kondisi awan belum cukup mendukung. Pramono berharap kesempatan untuk melakukan operasi tersebut masih tersedia pada Selasa sore.
“Mudah-mudahan sore ini masih ada waktu, ruang untuk bisa turun hujan. Memang nggak gampang, kalau saya ditanya apakah hujan ini karena OMC atau karena Gusti Allah, ya pasti karena Gusti Allah lah gitu,” kata Pramono.
Ia menegaskan, pemerintah tetap melakukan OMC sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi lingkungan setelah erupsi. Pemerintah berharap hujan dapat turun pada malam hari dan membantu membersihkan partikel abu vulkanik yang masih berada di udara.
Sebelumnya, Pemprov DKI memperpanjang penerapan Pembelajaran Jarak Jauh hingga Selasa (8/9). Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah perlindungan terhadap siswa dan tenaga pendidik dari potensi paparan abu vulkanik.
Penerapan PJJ sebelumnya telah berlangsung pada Senin (7/9) berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik yang diterbitkan pada 5 September 2026.
Dalam surat tersebut, Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki ukuran partikel sangat kecil dan dapat terbawa angin. Material yang berasal dari pecahan batuan, mineral, serta material vulkanik itu berpotensi terhirup dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan.
Kebijakan PJJ berlaku bagi satuan pendidikan PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK, baik negeri maupun swasta di Jakarta.
Selama PJJ, kepala satuan pendidikan juga diminta memantau proses pembelajaran dan memberikan pendampingan kepada peserta didik. Sekolah diminta menyiapkan alternatif apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Dengan berakhirnya PJJ, kegiatan sekolah kembali dilakukan secara normal mulai Rabu. Meski demikian, kewaspadaan terhadap kondisi udara dan perkembangan abu vulkanik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan warga sekolah.






