KabarJakarta.com – Pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Prof Dr Soepomo sisi barat, Jakarta Selatan, terus berlanjut. Proyek yang dikerjakan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta ini ditujukan untuk membuat jaringan utilitas di ruang milik jalan lebih tertata, aman, dan terintegrasi.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Kota Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Imam Adi Nugraha, menjelaskan pekerjaan SJUT di ruas tersebut dibagi menjadi lima segmen. Saat ini, pengerjaan masih berlangsung di Segmen 1.
Segmen tersebut memiliki 13 manhole atau lubang akses yang menjadi bagian dari jaringan utilitas. Dari jumlah itu, sebanyak 10 manhole telah selesai dibangun.
“Hingga saat ini, ada sebanyak 10 manhole telah terbangun. Pekerjaan masih terus berlanjut untuk menyelesaikan tahapan berikutnya,” ujar Imam, Rabu (9/9).
Menurut dia, pembangunan SJUT merupakan bagian dari penataan jaringan utilitas perkotaan. Dengan sistem yang lebih teratur, keberadaan berbagai jaringan utilitas di ruang milik jalan diharapkan tidak lagi mengganggu fungsi jalan maupun aktivitas masyarakat.
Penataan tersebut juga dinilai penting untuk mendukung pengelolaan infrastruktur secara lebih baik. Selain memberikan kemudahan dalam pengelolaan jaringan, kondisi jalan diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman bagi pengguna.
“Dengan jaringan utilitas yang tertata, pengelolaan infrastruktur di ruang milik jalan diharapkan dapat dilakukan secara lebih baik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata Imam.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Bina Marga juga berupaya mengurangi dampak pekerjaan terhadap aktivitas warga. Salah satu perhatian utama adalah kondisi lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Dinas Bina Marga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar pekerjaan konstruksi tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kelancaran mobilitas masyarakat.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara bertahap di Jalan Prof Dr Soepomo, mulai dari depan Crown Plaza hingga depan Klinik Mata SMEC Tebet. Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan akan menghadapi penyempitan badan jalan akibat pengurangan lebar lajur.
Kondisi tersebut membuat pengendara perlu lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan proyek. Terlebih, ruas Jalan Prof Dr Soepomo merupakan salah satu jalur yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
Untuk menjaga keselamatan, area pekerjaan telah dilengkapi dengan sejumlah perlengkapan pendukung. Di antaranya papan penutup, rambu-rambu lalu lintas, serta papan pengumuman yang memberikan informasi kepada pengguna jalan.
Perlengkapan tersebut dipasang agar masyarakat dapat mengetahui adanya pekerjaan dan menyesuaikan kecepatan maupun jalur perjalanan saat berada di sekitar lokasi.
Imam mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan rambu-rambu yang telah dipasang selama proses pembangunan berlangsung. Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melewati area yang mengalami penyempitan lajur.
“Masyarakat diimbau agar berhati-hati saat melintas di sekitar area pekerjaan, dan mengikuti rambu-rambu yang telah disediakan. Serta mendukung kelancaran proses pembangunan SJUT di Jalan Prof Dr Soepomo,” tandasnya.
Pembangunan SJUT di Jalan Prof Dr Soepomo diharapkan dapat menjadi bagian dari penataan infrastruktur perkotaan Jakarta yang lebih terintegrasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan setiap tahapan pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
