Wartawan Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menghadiri doa bersama dengan jurnalis Banten untuk keselamatan rombongan media yang hilang kontak dalam speed boat di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/9/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.comSolidaritas antarjurnalis di Provinsi Banten menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang. Mereka dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9).

Doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus harapan agar seluruh orang yang berada di dalam kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menjelaskan, kegiatan itu merupakan inisiatif moral dari para jurnalis yang merasa prihatin atas kejadian tersebut.

“Kita berkumpul, memanjatkan doa, dan mengharapkan yang terbaik. Keluarga besar ANTARA bersama rekan-rekan media lainnya, tetap optimistis sahabat kita bisa ditemukan kembali dalam kondisi sehat,” kata Virgandhi di Pandeglang, Rabu (9/9).

Menurut dia, dukungan dari komunitas pers tidak hanya diwujudkan melalui doa. Para jurnalis juga terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

LKBN ANTARA, kata Virgandhi, berkoordinasi dengan Polda Banten, Basarnas, TNI, hingga jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di Banten dan Pandeglang. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speed boat dapat dilakukan secara maksimal.

“Pihak polda menyampaikan, mereka bersama instansi terkait siap memberikan pencarian semaksimal mungkin. Bahkan memperpanjang waktu pencarian hingga 7 hari ke depan jika memang diperlukan,” ujarnya.

Kehadiran jajaran pimpinan ANTARA di lokasi juga menjadi bentuk dukungan kepada keluarga para jurnalis dan kru kapal yang hingga kini masih menunggu kabar.

Solidaritas tersebut turut melibatkan sejumlah media lain, di antaranya Merdeka dan iNews. Para pekerja media berharap kerja sama antara komunitas pers dan tim pencarian dapat membantu mempercepat ditemukannya para korban.

“Seluruh unsur pers berharap koordinasi yang solid antara TNI, Polri, Basarnas, dan komunitas jurnalis segera membuahkan hasil positif, demi keselamatan para korban yang hilang kontak,” kata Virgandhi.

Tim SAR sisir perairan Sebesi hingga Krakatau

Di tengah dukungan dan doa dari rekan-rekan pers, operasi pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Basarnas Lampung mengerahkan personel dan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memperkuat pencarian di wilayah perairan Selat Sunda.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara menjelaskan, penyisiran pada Rabu dilakukan dari perairan Pulau Sebesi menuju kawasan Krakatau.

“Untuk hari ini, kami melaksanakan penyisiran dari perairan Sebesi sampai perairan Krakatau,” kata Rezie di Lampung Selatan, Rabu (9/9).

Petugas juga menyisir perairan di sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil. Pemantauan dilakukan hingga sekitar Pulau Sertung untuk mencari kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban maupun speed boat.

Namun, hingga pencarian pada hari tersebut selesai, tim SAR belum menemukan tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

“Namun hasil pencarian pada hari ini masih nihil,” terangnya.

Operasi pencarian tidak hanya menghadapi kondisi laut, tetapi juga harus mempertimbangkan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tim SAR terus memantau kondisi perairan dan aktivitas vulkanik gunung tersebut selama proses penyisiran berlangsung.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Meski demikian, intensitasnya disebut relatif kecil. Kepulan asap dan abu vulkanik di sekitar gunung juga mulai berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya.

Tim gabungan akan melanjutkan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi keberadaan kapal maupun korban. Keselamatan personel SAR tetap menjadi perhatian utama karena operasi berlangsung di kawasan yang masih dipengaruhi aktivitas vulkanik.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis. Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Basarnas Lampung sebelumnya menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu (9/9) sekitar pukul 00.33 WIB. Dukungan personel dan peralatan kemudian dikerahkan untuk memperkuat pencarian.

Di tengah upaya tersebut, keluarga dan rekan-rekan seprofesi masih menanti kabar baik. Doa bersama yang digelar para wartawan menjadi simbol harapan agar operasi pencarian segera menemukan titik terang dan seluruh korban dapat kembali dengan selamat.

Exit mobile version