KabarJakarta.com – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sistem proteksi kebakaran di Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan di tengah pesatnya pembangunan kawasan industri, gedung komersial, fasilitas publik, hingga lingkungan permukiman.
Kondisi tersebut mendorong Saffire meluncurkan platform digital yang menghadirkan solusi proteksi kebakaran dan keselamatan industri dalam satu ekosistem.
Platform tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat maupun pelaku usaha mengakses informasi, layanan konsultasi, hingga pengadaan perlengkapan keselamatan secara lebih cepat, praktis, dan terintegrasi.
Direktur Saffire Razali Bin Jaafar mengatakan, keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum terjadi insiden, bukan setelah muncul korban jiwa maupun kerugian materi.
“Keselamatan tidak boleh menjadi sesuatu yang baru dipikirkan ketika insiden sudah terjadi. Kami melihat masih banyak perusahaan maupun individu yang membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap informasi dan perlengkapan fire protection. Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” kata Razali di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, risiko kebakaran masih menjadi ancaman serius bagi berbagai sektor, mulai dari kawasan industri, gedung komersial, fasilitas kesehatan, pusat data, hingga kawasan permukiman. Namun, pemahaman mengenai proteksi kebakaran masih terbatas dan sering kali hanya dikaitkan dengan kepemilikan alat pemadam api ringan (APAR).
Padahal, sistem proteksi kebakaran mencakup berbagai aspek penting, seperti sistem deteksi dini, perlengkapan keselamatan kerja atau personal protective equipment (PPE), perangkat tanggap darurat, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Saffire menghadirkan platform digital yang mengintegrasikan berbagai solusi fire protection dan industrial safety dalam satu layanan. Melalui platform ini, pengguna dapat memperoleh beragam produk dan layanan keselamatan secara lebih mudah.
Kategori produk yang tersedia meliputi sistem proteksi kebakaran, PPE, electrical safety, rescue equipment, lock out tag out (LOTO), gas detection, spill control, perlengkapan pertolongan pertama, hingga selimut api khusus kendaraan listrik (electric vehicle atau EV).
Razali menilai digitalisasi proses pengadaan perlengkapan keselamatan dapat membantu perusahaan memperoleh kebutuhan secara lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat penerapan budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan.
Seiring berkembangnya kawasan industri, pusat data, gedung bertingkat, fasilitas kesehatan, hingga ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan terhadap sistem proteksi kebakaran diperkirakan terus meningkat.
Karena itu, peningkatan literasi mengenai proteksi kebakaran dinilai perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi agar budaya keselamatan semakin mengakar di berbagai sektor.
“Kami berharap transformasi digital yang dilakukan tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga mendorong perusahaan maupun masyarakat menjadikan keselamatan sebagai budaya sehari-hari, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi,” ujarnya.
Sebagai penyedia solusi proteksi kebakaran, keamanan industri, dan emergency response, Saffire menyediakan berbagai perlengkapan keselamatan untuk sektor industri, gedung komersial, fasilitas publik, hingga kendaraan listrik. Melalui pengembangan layanan digital, perusahaan berkomitmen memperluas akses terhadap solusi keselamatan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. (*)






