KabarJakarta.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kontribusi para kader posyandu dalam menjaga kesehatan masyarakat. Peran mereka dinilai tidak hanya membantu pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga ikut mendorong peningkatan kualitas hidup warga di berbagai wilayah Jakarta.
Pramono menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri pemberian penghargaan kader dalam Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Menurut Pramono, kerja para kader yang langsung bersentuhan dengan masyarakat memberikan dampak nyata. Mereka menjadi salah satu ujung tombak dalam menjalankan berbagai program kesehatan, terutama yang berkaitan dengan ibu dan anak.
“Selama ini, mereka bekerja di lapangan yang tentunya telah memberikan kontribusi luar biasa, terutama bagi menjaga ibu dan anak sehat di Jakarta dengan berbagai program yang ada,” ujar Pramono.
Ia menyebut kontribusi tersebut juga terlihat dari perubahan kondisi lingkungan di Jakarta. Jumlah RW kumuh disebut telah berkurang dari 445 menjadi 211 RW.
Selain itu, Pramono mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta saat ini mencapai 85,05. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia. Di sisi lain, ketimpangan pendapatan yang tercermin dalam gini ratio juga mengalami penurunan, dari 0,441 menjadi 0,435.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah di bidang kesehatan. Salah satunya adalah menekan angka stunting yang masih berada di kisaran 17 persen.
Pramono meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama seluruh jajaran terkait meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan stunting. Targetnya, angka tersebut dapat diturunkan menjadi 14 persen dalam dua tahun mendatang.
“Tadi saya minta kepada Ibu Kepala Dinke supaya 2 tahun lagi stunting di Jakarta bisa turun menjadi 14 persen,” katanya.
Selain stunting, Pramono juga meminta peningkatan pelacakan atau tracing terhadap masyarakat yang mengidap tuberkulosis (TB). Upaya tersebut dinilai penting agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapatkan penanganan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong pemanfaatan Smart Posyandu untuk memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Sistem tersebut diharapkan membuat layanan posyandu semakin efektif dan mampu menjangkau kebutuhan warga secara lebih cepat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, menjelaskan posyandu memiliki posisi penting dalam mendukung Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, tantangan kesehatan masyarakat semakin beragam, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan stunting.
“Karena itu, posyandu perlu terus hadir sebagai layanan yang sifatnya dekat, mudah dijangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Hani.
Hani menilai kapasitas kader perlu terus diperkuat. Kader tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga menjadi penggerak keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat.
Peran itu antara lain dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian dukungan terhadap ASI eksklusif, imunisasi, hingga pemanfaatan Smart Posyandu.
Ia juga menekankan bahwa penguatan pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan kader posyandu dan masyarakat merupakan bagian penting dari sistem kesehatan Jakarta.
“Kami berharap ke depan, posyandu menjadi bagian penting dari sistem kesehatan Jakarta. Layanan yang mendekatkan sekaligus membantu masyarakat, dan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat,” tuturnya.
Ani menjelaskan, Dinkes DKI telah menerapkan Smart Posyandu sebagai bentuk transformasi layanan kesehatan. Sistem ini membuat pelayanan posyandu lebih terintegrasi, berbasis data, dan didukung teknologi.
Smart Posyandu tidak hanya digunakan untuk penimbangan dan pencatatan balita. Layanan tersebut juga memperkuat deteksi dini, pemantauan kondisi kesehatan, edukasi, serta tindak lanjut terhadap persoalan kesehatan.
Hingga kini, Smart Posyandu telah diterapkan pada sekitar 70,44 persen dari total 4.469 posyandu yang ada di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada kader berprestasi serta pemenang lomba posyandu dan kader posyandu. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kerja para kader yang selama ini menjadi penghubung penting antara layanan kesehatan pemerintah dan masyarakat.






