Pelatihan Gratis Las Bawah Air di Condet Diikuti 16 Peserta

Peserta mengikuti pelatihan kerja gratis las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKPL) Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com — Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKPL) Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan keterampilan melalui pelatihan kerja gratis las bawah air. Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti pelatihan yang berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Kepala PPKPL Condet Benny Nusantara mengungkapkan para peserta merupakan bagian dari ribuan pendaftar yang mengikuti proses seleksi sejak pendaftaran dibuka secara daring pada Maret 2026.

“Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti pelatihan kerja gratis las bawah air di PPKPL Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur,” kata Benny di Jakarta, Jumat (11/9).

Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan tersebut cukup tinggi. Dari proses pendaftaran, tercatat sebanyak 1.566 orang mendaftarkan diri. Setelah melalui seleksi, hanya 16 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan.

Pelatihan berlangsung mulai 1 September hingga 12 Oktober 2026. Setelah seluruh materi selesai, peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Uji kompetensi tersebut akan digelar pada 13-14 Oktober 2026. Jika dinyatakan kompeten, peserta akan mendapatkan dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dari PPKPL Condet dan sertifikat kompetensi dari BNSP.

Diawali pembekalan menyelam

Sebelum mempelajari teknik pengelasan di dalam air, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai penyelaman. Tahapan ini menjadi bagian penting karena pekerjaan underwater welding tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelas, tetapi juga keterampilan menyelam dan memahami prosedur keselamatan di dalam air.

Para peserta mengikuti teori dan praktik penyelaman dengan menggunakan peralatan lengkap. Mereka juga menjalani simulasi menyelam di kolam renang Rindam Jaya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari sejumlah keterampilan dasar, termasuk teknik tali-temali. Pembekalan diberikan untuk memastikan peserta memiliki kemampuan dasar sebelum masuk ke tahap pengelasan bawah air.

“Peserta mendapat materi teori dan praktik penyelaman dengan menggunakan peralatan yang lengkap. Adapun, praktik pengelasan di dalam air dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan depan,” ujar Benny.

Benny meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius. Menurut dia, keterampilan las bawah air memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena membutuhkan kemampuan khusus dan tidak mudah dikuasai.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah bosan selama menjalani proses pelatihan.

“Ilmu yang didapat ini, sangat mahal, jika ditempuh dari tempat pelatihan di luar. Namun, di sini gratis,” ucapnya.

Bekal menuju sektor kelautan

Salah satu peserta, Darel Hamdani Wardana (23), mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin memperdalam kemampuan di bidang pengelasan sekaligus menghubungkannya dengan latar belakang pendidikannya.

Darel diketahui pernah menempuh pendidikan di jurusan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Setelah itu, ia ingin mengembangkan pengetahuan kelautannya ke bidang yang memiliki peluang komersial.

“Saya pernah kuliah dengan jurusan Ilmu Kelautan di Universitas Brawijaya (Unibraw). Sekarang, ingin mendalami ilmu bidang kelautan ke arah komersial. Makanya, belajar underwater welding,” kata Darel.

Ia pun siap mengikuti praktik pengelasan di dalam air. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi tambahan bekal untuk membangun karier di sektor kelautan maupun industri lepas pantai.

Melalui pelatihan gratis ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesempatan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang dapat menjadi modal memasuki dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *