KabarJakarta.com — Koperasi Kelurahan Merah Putih Mangga Dua Selatan (KKMP Madusela), Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, resmi beroperasi. Koperasi ini hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi warga setempat.
Peresmian KKMP Madusela berlangsung di Jakarta Pusat, Kamis (10/9). Kehadiran koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat warga membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi di Kelurahan Mangga Dua Selatan.
Wakil Camat Sawah Besar Yulia Fransiska menjelaskan, KKMP Madusela memiliki peluang untuk terus berkembang meski menjadi koperasi yang terakhir beroperasi dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat.
Menurut dia, kondisi tersebut bukan menjadi hambatan bagi pengurus untuk mengembangkan koperasi. Sebaliknya, KKMP Madusela diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat.
“Meskipun KKMP Madusela jadi koperasi terakhir di 44 kelurahan se-Jakpus, kami meyakini koperasi akan terus bertumbuh besar,” kata Yulia saat peresmian.
Yulia meminta pengurus koperasi terus mencari cara baru untuk mengembangkan kegiatan usaha. Strategi tersebut penting untuk meningkatkan jumlah anggota sekaligus memperkuat peran koperasi dalam perekonomian masyarakat.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Dengan harga yang kompetitif, warga diharapkan tertarik berbelanja di koperasi.
“KKMP Madusela berfokus dalam menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, dibandingkan harga pasaran sehingga warga akan banyak berbelanja,” ujarnya.
Ketua KKMP Madusela M Ajid mengungkapkan, koperasi saat ini telah memiliki 50 anggota. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan bertambahnya kegiatan dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Pengurus juga menyiapkan rencana untuk memperluas jenis barang yang dijual. Koperasi tidak hanya akan menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan sekitar untuk memasarkan produknya.
Langkah tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ganda. Warga memperoleh lebih banyak pilihan barang, sementara pelaku UMKM lokal mendapatkan tempat untuk memperkenalkan dan menjual produknya.
Ajid menyebut sejumlah kebutuhan pokok yang akan disediakan antara lain minyak goreng dan gula pasir. Selain itu, produk UMKM masyarakat setempat juga akan masuk dalam pilihan barang di koperasi.
“Ke depan, KKMP Madusela akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, di antaranya minyak goreng, gula pasir, serta produk UMKM setempat,” kata Ajid.
Dengan pengembangan tersebut, KKMP Madusela diharapkan bisa menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga Mangga Dua Selatan. Keberadaan koperasi juga diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan potensi usaha lokal dalam satu wadah.
Pengurus kini memiliki tantangan untuk meningkatkan jumlah anggota, menjaga harga tetap kompetitif, serta memastikan ketersediaan barang. Jika dikelola secara konsisten, koperasi ini berpeluang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha bersama yang memberi manfaat langsung bagi warga.






