Pramono Siap Hijaukan Jakarta, Tantangannya Bukan Sekadar Menanam Pohon

Taman Kota merupakan salah satu ruang publik yang secara masif dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta. Taman Kota terbagi menjadi dua, yakni Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com —  Jakarta kembali mendapat pekerjaan rumah baru. Kali ini bukan soal jalan yang macet atau transportasi publik, melainkan bagaimana kota yang padat dan penuh bangunan itu bisa dibuat lebih hijau.

Arahan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9). Prabowo meminta Jakarta menjadi kota hijau dan penuh taman atau the garden city.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut.

“Tadi, dalam perjalanan, ada perintah Bapak Presiden yang kami akan tindak lanjuti. Kebetulan, di sini hampir semua OPD ikut hadir,” kata Pramono dalam sambutannya.

Menurut dia, penghijauan melalui vertical garden atau taman vertikal akan menjadi salah satu program yang segera dikerjakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Untuk vertikal garden, menghijaukan Jakarta, merupakan program kami yang utama. Dan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi membuka 5 Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman selama 24 jam. Kebijakan itu merupakan bagian dari 40 program prioritas Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2030. Foto: Pemprov DKI

Jakarta diminta berubah

Arahan Prabowo tidak berhenti pada penambahan pohon di taman kota. Presiden ingin wajah Jakarta berubah secara lebih menyeluruh.

Gedung-gedung besar di Jakarta diminta ikut menjadi bagian dari gerakan penghijauan. Dinding bangunan yang selama ini didominasi beton diharapkan dapat dimanfaatkan untuk taman vertikal.

“Semua gedung-gedung besar, kalau bisa jadi vertical garden. Kalau bisa, inisiatif datang dari pemilik gedung,” tutur Prabowo.

Namun, pemerintah juga diminta tidak sekadar memberikan imbauan. Jika pemilik gedung menghadapi kesulitan, pemerintah daerah dapat turun tangan. Bahkan, menurut Prabowo, pemerintah pusat juga dapat ikut membantu apabila diperlukan.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah meluncurkan gerakan Indonesia ASRI, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Prabowo mengungkapkan gerakan tersebut akan diluncurkan setelah pertemuan dengan para gubernur, bupati, dan DPRD seluruh Indonesia dalam waktu sekitar satu hingga dua pekan mendatang.

“Saya akan gelar rapat gubernur, bupati seluruh Indonesia. Termasuk DPRD seluruh Indonesia, untuk saya launching gerakan Indonesia ASRI. Indonesia ASRI artinya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik dan Indah. Ini haruslah kita wujudkan,” ujar Prabowo.

Jakarta diminta menjadi titik awal gerakan tersebut sebelum diterapkan di ibu kota provinsi dan kabupaten/kota lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan dalam peresmian Lintas Raya Terpadu (Light Rail Transit/LRT) Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai di Stastiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026) Foto: YouTube Sekretariat Presiden

Bukan sekadar mempercantik kota

Di atas kertas, taman vertikal dan penambahan ruang hijau terlihat sederhana. Namun, pelaksanaannya di Jakarta bukan pekerjaan ringan.

Kota ini memiliki keterbatasan lahan, sementara kebutuhan hunian, perkantoran, fasilitas publik, jalan, dan infrastruktur terus berkembang. Karena itu, penghijauan tidak cukup hanya dengan menambah tanaman di lokasi yang tersedia.

Pemprov DKI juga perlu memastikan taman dan ruang hijau yang dibangun benar-benar terawat, memiliki akses publik, serta tidak berhenti sebagai proyek penataan visual.

Taman vertikal pun membutuhkan perencanaan. Tanaman harus sesuai dengan kondisi bangunan, sistem pengairan harus tersedia, dan perawatannya membutuhkan biaya serta pengelola yang jelas.

Di sinilah tantangan program tersebut. Menghijaukan Jakarta bukan hanya persoalan memasang tanaman, tetapi bagaimana memastikan tanaman itu tetap hidup dan ruang hijau benar-benar berfungsi bagi warga.

Arahan Prabowo juga mencakup persoalan yang lebih mendasar: sampah dan kondisi sungai. “Indonesia harus bertransformasi. Hilangkan sampah, bersihkan kali dengan teknologi dan sebagainya,” kata Prabowo.

Presiden menyebut telah menerima laporan dari Pramono mengenai sejumlah kolam air yang telah dibersihkan. Ia juga mendukung rencana Pemprov DKI membangun jalur lari dan taman-taman baru.

Artinya, konsep Jakarta hijau yang diinginkan pemerintah tidak hanya berbicara soal warna hijau pada gedung. Kebersihan sungai, pengelolaan sampah, ruang publik, taman, hingga kualitas lingkungan menjadi bagian yang saling berkaitan.

Tangkapan Layar – Presiden RI Prabowo Subianto menjajal LRT rute Manggarai-Kelapa Gading didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan dua siswa SMP, dengan pemberangkatan dimulai dari Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: BPMI Sekretariat Presiden.

Dari Jakarta ke seluruh Indonesia

Gerakan ASRI juga dirancang lebih luas. Setelah Jakarta, Prabowo ingin konsep serupa diterapkan di seluruh Indonesia. “Semua ibu kota provinsi, semua ibu kota kabupaten, harus kita ubah,” tegasnya.

Salah satu fokusnya adalah pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pemerintah juga mendorong pengolahan sampah menjadi energi dan penerapan prinsip 3R: reduce, reuse, dan recycle.

Bagi Jakarta, arahan tersebut sekaligus menjadi ujian terhadap kemampuan pemerintah daerah mengubah kebijakan lingkungan menjadi sesuatu yang terlihat dan dirasakan masyarakat.

Sebab, kota hijau bukan hanya kota yang memiliki banyak tanaman. Kota hijau juga membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang berjalan, sungai yang tidak menjadi tempat pembuangan, ruang publik yang mudah diakses, serta kebijakan pembangunan yang tidak terus mengurangi ruang hidup warga.

Pramono sendiri mendapat apresiasi dari Prabowo dalam kesempatan tersebut. Presiden menyebut Pramono sebagai gubernur yang hebat dan menekankan bahwa perbedaan partai politik tidak semestinya menghambat kerja sama pemerintahan.

“Kita datang dari partai yang beda. Kita bersaing dalam pemilu. Tapi kita mampu bekerja sama, bisa saling menghormati,” kata Prabowo.

Kini, setelah arahan itu disampaikan secara terbuka, pekerjaan berikutnya berada di tangan Pemprov DKI.

Janji menghijaukan Jakarta akan diuji bukan dari banyaknya rencana atau jumlah tanaman yang dipasang, tetapi dari perubahan nyata yang bisa dilihat warga: lebih banyak ruang hijau, sungai yang lebih bersih, sampah yang tertangani, dan ruang kota yang semakin nyaman.

Jakarta boleh menjadi the garden city. Namun, pekerjaan sebenarnya dimulai setelah seremoni selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *