KabarJakarta.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada murid laki-laki sekolah dasar sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HPV. Program tersebut resmi dimulai di SDN Meruya Utara 02, Kecamatan Kembangan, pada Senin (3/8), dan menjadi pelaksanaan perdana vaksin HPV bagi anak laki-laki di wilayah Jakarta Barat.
Selama ini, vaksin HPV lebih dikenal diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks. Namun, kini pemerintah memperluas cakupan imunisasi agar anak laki-laki juga mendapatkan perlindungan dari berbagai jenis kanker yang berkaitan dengan infeksi virus HPV.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan pemberian vaksin HPV kepada murid laki-laki kelas 5 berusia sekitar 11 tahun merupakan langkah baru pemerintah dalam melindungi kesehatan anak sejak usia dini.
Menurut dia, tujuan utama vaksinasi tersebut tetap sama, yakni mencegah penyakit kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus. Hanya saja, perlindungan kini tidak lagi difokuskan kepada anak perempuan, tetapi juga diberikan kepada anak laki-laki.
“Tujuannya sama, yaitu mencegah penyakit kanker. Selama ini vaksin HPV memang diprioritaskan untuk perempuan, tetapi sekarang pemerintah sudah memperluas perlindungan kepada laki-laki juga,” ujar Sahruna di SDN Meruya Utara 02.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi di sekolah tersebut menjadi titik awal program imunisasi HPV bagi anak laki-laki yang nantinya akan dilakukan di seluruh sekolah dasar di Jakarta Barat.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menargetkan sebanyak 18.531 siswa laki-laki menerima vaksin HPV pada pelaksanaan program tahun ini. Target tersebut mencakup seluruh sekolah dasar di wilayah Jakarta Barat.
Sahruna mengungkapkan vaksinasi HPV bertujuan mengurangi risiko berbagai jenis kanker yang dapat dipicu oleh infeksi virus tersebut, seperti kanker serviks pada perempuan, serta kanker anal dan kanker mulut atau kanker oral yang juga dapat menyerang laki-laki maupun perempuan.
Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa penularan virus HPV tidak hanya dikaitkan dengan hubungan seksual. Menurutnya, penggunaan fasilitas umum seperti toilet bersama juga berpotensi menjadi salah satu media penyebaran virus sehingga penting menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Karena itu, vaksinasi dinilai menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi HPV.
Senada, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Ananda, menjelaskan bahwa kegiatan imunisasi di SDN Meruya Utara 02 tidak hanya menyasar murid kelas 5. Kegiatan tersebut juga menyertakan siswa kelas 1 dan kelas 2 sesuai dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Pada pelaksanaan hari pertama tersebut, sebanyak 253 siswa dan siswi menerima berbagai jenis vaksin sesuai kelompok usia dan kelas masing-masing.
Rinciannya, siswa kelas 1 terdiri atas 45 murid perempuan dan 51 murid laki-laki. Selanjutnya, kelas 2 terdiri atas 34 murid perempuan dan 30 murid laki-laki. Sementara itu, untuk kelas 5 terdapat 44 murid perempuan dan 49 murid laki-laki yang mengikuti imunisasi.
Ananda menjelaskan bahwa program imunisasi sekolah tahun ini dibagi menjadi dua gelombang agar seluruh sasaran dapat terlayani dengan baik.
Gelombang pertama berlangsung pada Agustus. Pada tahap ini, murid kelas 1 menerima vaksin MR (Measles Rubella), sedangkan murid kelas 5, baik perempuan maupun laki-laki, memperoleh vaksin HPV.
Kemudian, gelombang kedua akan dilaksanakan pada November. Pada tahap tersebut, siswa kelas 1 dijadwalkan menerima vaksin DT, sementara siswa kelas 2 dan kelas 5 akan mendapatkan vaksin TD sesuai ketentuan program imunisasi nasional.
Menurut Ananda, vaksin HPV hanya perlu diberikan satu kali sehingga perlindungan yang diperoleh dapat berlangsung sepanjang hidup.
Pemerintah berharap perluasan vaksinasi HPV kepada anak laki-laki dapat meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus HPV sekaligus menekan angka kasus kanker yang berkaitan dengan infeksi tersebut di masa mendatang.
Melalui program imunisasi sekolah, pemerintah juga ingin memastikan seluruh anak memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini. Dengan cakupan vaksinasi yang semakin luas, diharapkan risiko penyebaran virus HPV dapat ditekan sehingga generasi muda memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik saat memasuki usia dewasa.
