KabarJakarta.com — Jakarta Barat tidak ingin dikenal sebagai wilayah yang identik dengan sebutan Gotham City, kota fiksi dalam cerita DC Comics yang lekat dengan gambaran kejahatan dan ketidakamanan. Pemerintah Kota Jakarta Barat menilai julukan tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di tengah aktivitas warga sehari-hari.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah menjelaskan, keamanan wilayah bukan hanya dapat dilihat dari sejumlah kejadian kriminal, tetapi juga dari aktivitas masyarakat yang tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kita tentu tidak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat disebut tidak aman? Malam hari saja, masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas,” ujar Iin saat pertemuan silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat bersama warga di Balai Warga RW 10, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Senin (24/8).
Menurut Iin, penyematan julukan tersebut tidak mencerminkan semangat warga dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan, keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan.
“Keberhasilan menjaga ketertiban wilayah, bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat,” kata dia.
Pertemuan bersama warga itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi langsung antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Kegiatan serupa, kata Iin, akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Jakarta Barat.
Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan keamanan di lingkungan permukiman sering kali membutuhkan keterlibatan warga secara langsung. Mulai dari menjaga lingkungan, mengenali potensi gangguan keamanan, hingga menyampaikan informasi kepada aparat ketika menemukan persoalan.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi juga meminta masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap keamanan lingkungan. Ia mengajak warga menjadi “polisi bagi diri sendiri”, terutama dengan tidak menjadi pelaku maupun korban tindak kejahatan.
“Mari kita menjadi polisi bagi diri kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan, dan tidak menjadi korban kejahatan,” pesan Nasriadi.
Peran keluarga, menurut dia, juga sangat penting. Para orang tua diminta untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak agar mereka tidak terjerumus dalam tawuran, narkoba, maupun aktivitas lain yang dapat merusak masa depan.
Di sisi lain, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, informasi yang tidak diperiksa kebenarannya dapat memicu kepanikan. Dalam kondisi tertentu, kepanikan bahkan bisa berkembang menjadi konflik dan kerusuhan.
“Harus dicek betul, apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi, justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” katanya.
Pesan dari jajaran Forkopimko itu menunjukkan bahwa keamanan Jakarta Barat tidak hanya bergantung pada patroli dan penindakan. Ada peran warga, keluarga, serta kemampuan masyarakat menyaring informasi.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemkot Jakarta Barat berharap citra wilayah dapat dibangun berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Bukan sebagai “Gotham City”, melainkan sebagai kawasan perkotaan yang warganya ikut menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.






