KabarJakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat tambahan 5 (lima) unit armada Transjakarta Cares untuk memperkuat layanan transportasi bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menambah jumlah kendaraan, tetapi juga membuka akses mobilitas yang lebih luas bagi warga yang membutuhkan layanan transportasi khusus.
Lima kendaraan itu diserahkan oleh Yayasan Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana (Permata) kepada Pemprov DKI Jakarta dalam acara serah terima di Halte Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan penambahan armada menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan transportasi publik yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami berharap penambahan armada Transjakarta Cares ini akan memberikan manfaat langsung yang berkelanjutan. Juga mempermudah daya jangkau mobilitas seluruh warga,” kata Rano dalam acara tersebut, Kamis (14/8).
Menurut Rano, tambahan kendaraan itu akan membantu memperluas jangkauan layanan Transjakarta Cares. Kehadiran armada baru juga sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI untuk membangun sistem transportasi umum yang semakin inklusif.
Upaya memperkuat transportasi publik tersebut tidak hanya dilakukan melalui layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Pemprov DKI juga terus memperluas jaringan Transjakarta menuju wilayah penyangga melalui layanan Transjabodetabek.
Perluasan tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih mudah bagi masyarakat dari kawasan sekitar Jakarta. Pada saat yang sama, layanan transportasi umum yang semakin terhubung diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza menjelaskan, Transjakarta Cares telah melayani masyarakat sejak Oktober 2016. Layanan tersebut dirancang untuk membantu mobilitas penyandang disabilitas, terutama mereka yang membutuhkan dukungan kendaraan khusus.
Sepanjang 2025, layanan Transjakarta Cares dengan dukungan 15 unit kendaraan telah mengangkut 71.598 penumpang. Jumlah tersebut meningkat 16,1 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.
Bagi Welfizon, bertambahnya lima kendaraan tidak bisa dilihat hanya sebagai penambahan fasilitas operasional. Menurut dia, armada baru juga berarti bertambahnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bergerak lebih bebas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Bantuan ini bukan hanya sekadar penambahan fasilitas, melainkan perluasan akses mobilitas, kesempatan, serta kemandirian para penyandang disabilitas,” ujar Welfizon.
Kolaborasi antara Transjakarta dan Yayasan Permata juga dilakukan dalam pengembangan fasilitas halte. Salah satunya melalui penataan Halte Wira di Jalan Prof. Dr. Supomo dengan skema hak penamaan atau naming rights.
Revitalisasi halte tersebut diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, memperbanyak unsur penghijauan, sekaligus memperbaiki aksesibilitas. Langkah ini menunjukkan bahwa dukungan dari pihak swasta dan lembaga sosial tidak berhenti pada penyediaan armada, tetapi juga dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas transportasi publik.
Welfizon berharap pola kerja sama tersebut dapat menjadi contoh bagi kolaborasi antara badan usaha milik daerah dan lembaga sosial.
“Kami berharap kemitraan antara BUMD dan lembaga sosial ini akan menjadi benchmark dalam menerjemahkan nilai komersial menjadi nilai sosial yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dengan tambahan lima armada tersebut, layanan Transjakarta Cares diharapkan semakin mampu menjangkau penyandang disabilitas di berbagai wilayah Jakarta. Di balik bertambahnya kendaraan, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni memastikan transportasi publik tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar dapat diakses oleh semua warga.






