KabarJakarta.com – Bagi warga Kepulauan Seribu, perjalanan menuju daratan Jakarta bukan sekadar soal berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi laut menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, berobat hingga memenuhi kebutuhan ekonomi. Karena itu, kualitas layanan kapal menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di wilayah kepulauan.
Harapan untuk mendapatkan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi kini mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengelolaan transportasi air, khususnya layanan kapal di Kepulauan Seribu, direncanakan dialihkan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta kepada PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari penugasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan profesional, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengungkapkan, pengelolaan transportasi di Kepulauan Seribu tidak hanya berkaitan dengan perubahan operator. Lebih jauh, kebijakan tersebut diarahkan untuk memberikan hak layanan transportasi yang setara bagi seluruh warga Jakarta.
“Kami memahami betul harapan besar dari masyarakat Kepulauan Seribu. Penugasan Gubernur ini merupakan amanat untuk menghapus ‘jarak’ dan memastikan kesetaraan hak bagi seluruh warga DKI Jakarta. Kami siap hadir di Kepulauan Seribu dengan standar layanan Transjakarta yang andal, terjangkau, dan terintegrasi,” ujar Welfizon, Senin (24/8).
Untuk mempersiapkan pengelolaan tersebut, Transjakarta mulai melakukan evaluasi terhadap sarana dan prasarana transportasi air yang tersedia. Salah satunya dengan menginventarisasi armada kapal milik Dinas Perhubungan yang selama ini melayani masyarakat.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan rencana revitalisasi dan integrasi layanan. Pembenahan tidak hanya menyangkut armada, tetapi juga fasilitas pendukung seperti dermaga dan pelabuhan. Aspek keselamatan serta ketepatan waktu perjalanan juga menjadi perhatian.
Upaya tersebut sebelumnya dilakukan melalui kunjungan kerja jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke sejumlah pulau pada Sabtu (22/8). Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan, Welfizon Yuza, dan Kepala BPBUMD DKI Jakarta mengunjungi Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.
Rangkaian kunjungan dipusatkan di kantor Kelurahan Pulau Panggang. Mereka berdialog dengan Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan, Camat Kepulauan Seribu Utara, serta tokoh masyarakat. Tim juga meninjau kondisi teknis dermaga dan fasilitas pelabuhan yang selama ini dikelola UPPD Dishub DKI Jakarta.
Bagi masyarakat, rencana tersebut memberikan harapan baru. Kehadiran operator dengan standar pelayanan yang lebih terintegrasi diharapkan dapat mengurangi kesenjangan layanan antara warga daratan dan kepulauan.
Welfizon menilai, perbaikan transportasi laut juga berpotensi memberikan dampak lebih luas. Konektivitas antarwilayah yang semakin baik dapat mendukung kegiatan ekonomi sekaligus membuka peluang lebih besar bagi sektor pariwisata Kepulauan Seribu.
“Integrasi ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Sekaligus memperkokoh posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif,” tandasnya.
Jika rencana tersebut berjalan sesuai harapan, laut tidak lagi menjadi batas yang membuat warga Kepulauan Seribu merasa jauh dari layanan transportasi Jakarta. Sebaliknya, transportasi air dapat menjadi penghubung yang menyatukan kepulauan dengan sistem mobilitas Jakarta secara lebih adil dan terintegrasi.






