Pramono Anung Minta Satpol PP Tahan Emosi dan Utamakan Pendekatan Humanis

Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan rasa aman masyarakat Jakarta. Foto: Kominfotik Jakpus

KabarJakarta.com —  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mampu menahan emosi ketika menjalankan tugas. Mereka juga diminta mengedepankan sikap senyum, sapa, salam, dan santun atau 4S saat berinteraksi dengan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-76 Satpol PP yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Pramono, anggota Satpol PP berada di garis depan dalam menjaga ketertiban sekaligus menjadi salah satu wajah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tengah masyarakat. Karena itu, sikap dan cara berkomunikasi petugas menjadi hal penting.

“Anggota Satpol PP juga bisa emosional, bisa tersinggung dari hal-hal kecil, dan bisa marah. Tetapi karena sekarang ini, saudara ditugaskan di garda terdepan untuk menjaga wajah Jakarta, maka saudara harus bisa menahan diri. Minimal belajar dari Gubernur-nya lah,” kata Pramono disambut kelakar.

Pramono mengungkapkan dirinya juga kerap menerima komentar negatif. Namun, ia memilih tetap tenang, tersenyum, dan menjalankan pekerjaannya sebaik mungkin. Sikap serupa, kata dia, perlu diterapkan oleh anggota Satpol PP ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Ia menilai perubahan pendekatan Satpol PP yang semakin humanis sebagai langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ketegasan dalam menegakkan aturan, menurutnya, tidak harus dilakukan dengan cara yang keras.

Sebaliknya, ketegasan perlu berjalan bersama komunikasi yang baik, dialog, empati, dan penghormatan terhadap warga. Dengan pendekatan tersebut, petugas diharapkan mampu menyelesaikan persoalan secara lebih efektif tanpa mengabaikan aturan.

“Wajah Satpol PP Jakarta sekarang ini, jauh lebih humanis. Dan itu, terbukti di lapangan. Termasuk tingkat kepercayaan publik kepada Satpol PP mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Pramono.

Pramono juga mengingatkan bahwa Jakarta yang diarahkan menjadi kota global membutuhkan aparatur yang profesional dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Karena itu, Satpol PP dan Satlinmas diminta terus meningkatkan integritas, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta pemanfaatan teknologi.

Ia kemudian mengajak seluruh jajaran memperkuat semangat “Jaga Jakarta” dalam mewujudkan ibu kota yang aman, tertib, nyaman, dan humanis. Semangat tersebut dinilai penting untuk menghadapi perkembangan Jakarta menuju usia lima abad.

“Semangat Jaga Jakarta harus terus diperkuat menuju usia 5 abad. Targetnya jelas, Jakarta yang aman, tertib, humanis, nyaman, sekaligus mampu membangun kepercayaan warga, pelaku usaha, dan masyarakat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan kondisi ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat (Trantibumlinmas) di Jakarta secara umum berjalan aman dan kondusif.

Kondisi tersebut, kata Satriadi, tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran hingga tingkat kelurahan serta dukungan masyarakat.

“Kami terus berbenah dan bertransformasi. Salah satunya melalui gerakan 4S: Senyum, Salam, Sapa, dan Santun, sebagai pedoman perilaku anggota dalam berinteraksi dengan masyarakat,” kata Satriadi.

Exit mobile version