Rp300 Miliar Digelontorkan, Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap jadi Ikon Baru Transportasi Jakarta

Desain tampilan pedestrian deck Dukuh Atas yang akan dibangun PT MRT di atas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: MRT Jakarta

KabarJakarta.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta mulai mewujudkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, sebuah jembatan pejalan kaki berbentuk melingkar yang diproyeksikan menjadi ikon baru kawasan Sudirman. Infrastruktur ini tidak hanya mempercantik wajah ibu kota, tetapi juga dirancang untuk mempermudah masyarakat berpindah antartransportasi umum dalam satu kawasan yang terintegrasi.

PT MRT Jakarta menginvestasikan anggaran lebih dari Rp300 miliar untuk membangun fasilitas tersebut. Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menjelaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap proses tender.

“Meski membutuhkan dana yang besar, pembangunan pedestrian deck dipastikan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta,” kata Agus di Jakarta, Rabu (6/8).

Menurut Agus, sumber pendanaan berasal dari investasi yang diterima PT MRT Jakarta serta dukungan pembiayaan melalui skema pinjaman atau loan. Dengan skema tersebut, pembangunan dapat berjalan tanpa membebani anggaran daerah. Ia juga menegaskan bahwa nilai investasi lebih dari Rp300 miliar tersebut murni digunakan untuk proses pembangunan fisik.

Selain itu, proyek ini tidak memerlukan pembebasan lahan. PT MRT Jakarta memilih bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut agar pembangunan dapat berlangsung lebih efisien.

“Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus meminimalkan kendala di lapangan,” paparnya.

Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang dengan bentuk melingkar berdiameter sekitar 118 meter dan memiliki lebar sekitar 12 meter. Desain tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru di pusat kota Jakarta. Struktur jembatan juga dibuat kokoh dengan kemampuan menahan beban hingga 500 kilogram per meter persegi, sehingga aman digunakan oleh ribuan pejalan kaki setiap hari.

Keberadaan pedestrian deck ini memiliki fungsi utama sebagai penghubung berbagai moda transportasi publik yang berada di kawasan Dukuh Atas. Nantinya masyarakat dapat berpindah dengan lebih mudah antara MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga kereta bandara tanpa harus keluar dari kawasan transit.

Tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, pedestrian deck juga dirancang menjadi ruang publik yang nyaman. Pada sisi utara dan selatan jembatan akan tersedia area dengan lebar hingga 7 (tujuh) meter yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk berhenti sejenak, menikmati suasana kota, atau melihat panorama gedung-gedung pencakar langit Jakarta.

Menariknya, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan galeri sejarah yang menghadirkan informasi mengenai perkembangan transportasi dan kawasan Dukuh Atas. Kehadiran galeri tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung, sehingga kawasan transit tidak hanya menjadi tempat berpindah moda transportasi, tetapi juga destinasi edukasi dan wisata perkotaan.

Selain fasilitas publik, pedestrian deck juga akan menyediakan area komersial. Kehadiran ruang usaha tersebut diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan sekaligus memberikan kenyamanan tambahan bagi pengguna transportasi umum. Pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai layanan tanpa harus meninggalkan area transit.

Pembangunan pedestrian deck resmi dimulai setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama pada awal Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan harapannya agar proyek ini dapat meningkatkan kualitas sistem transportasi Jakarta sekaligus memperkuat integrasi antarmoda.

“Pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas secara resmi dinyatakan dimulai. Semoga pembangunan ini membuat Jakarta jadi semakin baik transportasinya,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (2/8).

Ia menargetkan pembangunan rampung pada tahun 2028. Menurutnya, integrasi yang semakin baik akan mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Bahkan, ia optimistis keberadaan pedestrian deck akan meningkatkan penggunaan kereta bandara karena seluruh moda transportasi akan terhubung dalam satu kawasan yang nyaman dan efisien.

Pramono juga menyebut kawasan ini berpotensi mendukung layanan city check-in bagi penumpang pesawat di masa mendatang. Jika rencana tersebut terealisasi, masyarakat dapat melakukan proses tertentu sebelum menuju bandara sehingga perjalanan menjadi lebih praktis.

“Saya yakin nanti kereta bandara pasti akan hidup. Terintegrasi secara keseluruhan, dan city check-in,” terang Pramono.

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki sekaligus memperkuat konsep Transit Oriented Development (TOD). Dengan desain modern, fasilitas yang lengkap, serta konektivitas antarmoda yang semakin baik, kawasan Dukuh Atas diproyeksikan menjadi pusat mobilitas perkotaan sekaligus ikon baru yang mencerminkan wajah Jakarta sebagai kota metropolitan yang lebih nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Exit mobile version